Cara Belajar yang Efektif Menurut Penelitian

Posted on

Jangan salah, ini cara belajar yang efektif menurut penelitian

Cara Belajar yang Efektif Menurut Penelitian
1. Olahraga

Teknik terbaik untuk digunakan sebelum hari ujian adalah… latihan. Ya, mungkin sepertinya tidak terhubung. Mungkin teman ambisius Anda berpikir, “Saya lebih suka menghabiskan waktu latihan saya mengunci diri dan mengajukan pertanyaan latihan!”

Namun sebenarnya, olahraga memiliki banyak manfaat bagi otak yang berkaitan dengan cara kerja otak untuk menangkap informasi baru.

manfaat olahraga untuk otak

Padahal, aliran darah dan berbagai hormon yang terjadi setelah berolahraga secara kimiawi sangat bermanfaat untuk pembelajaran pola. Hormon seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin yang memengaruhi “kebahagiaan” kita muncul. Pikiran menjadi segar dan materi pelajaran menjadi mudah diakses.

Ingat, ya, ini adalah olahraga yang menenangkan. Seperti berenang, jogging, atau jogging di pagi hari sebelum berangkat sekolah. Tidak perlu melakukan olahraga yang aneh-aneh seperti… bermain sepak takraw… menggunakan batok kelapa… yang dibakar. Rumit.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa pria yang bersepeda selama 15 hingga 30 menit memiliki keterampilan kognitif dan memori yang lebih baik daripada mereka yang tidak bersepeda. Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa bersepeda selama 15 menit dapat menurunkan kortisol, hormon yang membuat seseorang stres.

Olahraga belajar ini seperti mobil dan rangkanya. Saat Anda berolahraga, fisik/rangka mobil Anda akan kuat dan segar. Alhasil, begitu mobil diisi banyak “materi”, akan bisa berjalan dengan stabil dan lancar.

2. Teknik Pembelajaran

Hei, bagaimana kamu belajar sejauh ini? Apakah Anda hanya mengunci diri di kamar Anda sendiri? Atau hang out bareng teman? Atau membakar catatan dan minum untuk menyeduh kopi?

Setiap orang memiliki teknik dan cara belajarnya masing-masing. Dan setiap orang pasti memiliki cara belajar yang nyaman dan menjadi favorit mereka sendiri. Dalam artikel ini kami akan mencoba menyajikan beberapa konsep yang terbukti secara ilmiah untuk pembelajaran yang efektif.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah: Jangan terpaku pada waktu. Apa pun jenis pembelajaran yang akan Anda gunakan nanti, pastikan pikiran Anda telah “belajar sambil menikmati” tanpa dikejar waktu. Daripada terikat waktu, fokuslah pada subjek apa yang ingin Anda kuasai.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, belajar palang sejajar adalah cara belajar yang tidak efektif. Mungkin kamu sudah lama belajar dan bekerja keras, lalu kamu mendapat predikat pekerja keras yang hanya belajar dari orang-orang di sekitarmu, tapi entah kenapa kamu merasa “lelah” dan hal-hal yang kamu pelajari tidak masuk. Pikiran bingung karena merasa terbebani.

meme kecepatan belajar tadi malam

Padahal, cara belajar yang efektif adalah dengan belajar secara singkat. Tujuan pembelajaran singkat adalah pembelajaran dengan batasan waktu yang singkat. Bagaimana bahkan sebuah studi singkat bisa efektif?

Ini untuk menghindari kejang otak.

Kejang otak adalah saat-saat ketika “otak kita tidak lagi mampu menyerap informasi tambahan yang perlu diingat”. Semakin sering Anda memberi otak Anda formula dan konsep baru, otak Anda menjadi semakin sulit untuk dipahami. Kemudian Anda menjadi stres. Kemudian Anda harus begadang lagi, memori jangka panjang Anda menjadi lemah. Alhasil, belajar sekarang, lupa lagi minggu depan. Jika Anda hanya ingin mempelajari apa yang harus dilakukan, Anda dapat melakukannya.

Tapi apakah Anda menginginkan itu?

3. Teknik Pomodoro

Jika Anda suka belajar mandiri, cobalah metode belajar Pomodoro. Teknik belajar Pomodoro diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Terdiri dari 5 tahap.

Jangan fokus pada waktu dalam jenis pembelajaran ini. Santai dan jangan panik jika Anda belum menguasai mata pelajaran yang telah Anda pelajari. Inti dari teknik ini adalah: beri istirahat. Jenis pembelajaran ini disebut pembelajaran spasial, teknik yang lebih efektif untuk memasukkan konsep dan materi ke dalam otak.

Teknik Pomodoro

Kerangka waktu 25 menit adalah waktu yang tepat juga digunakan oleh Toru Kumon dan metode mengajar putranya di sekolah dasar. Pada 1950-an, istri Toru meminta suaminya untuk mengajar matematika kepada putra mereka yang duduk di kelas dua sekolah dasar.

Setelah banyak trial and error, Toru menemukan formula pembelajaran yang tepat: ia membiarkan putranya berolahraga selama 30 menit setiap hari. Dan seiring berjalannya waktu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul menjadi semakin sulit dan mengarah ke materi lain yang tingkatnya lebih tinggi.

Hal ini sesuai dengan penelitian dari University of Washington pada tahun 2010. Faktanya, belajar melalui praktik jauh lebih efektif daripada belajar melalui bahan bacaan saja.

Sumber :