Mengenal alat penyaringan mandiri Corona Likelihood Metric (CLM) berdasarkan pembelajaran mesin

Posted on

Pemerintah DKI Jakarta kini menggunakan Corona Likelihood Metric (CLM) untuk menggantikan Surat Izin Keluar Jakarta (SIKM). Diduga, Corona Likelihood Metric adalah metode penilaian mandiri berbasis machine learning.
Self-screening / self-assessment adalah langkah awal untuk menghentikan penyebaran COVID19

Mengenal-alat-penyaringan-mandiri-Corona-Likelihood-Metric-(CLM)-berdasarkan-pembelajaran-mesin

Penyaringan diri, atau penilaian diri, adalah metode menilai apakah Anda layak

disebutkan dalam sesuatu atau tidak. Self-screening atau penilaian diri di masa virus corona ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat untuk menentukan siapa saja yang berisiko tinggi terpapar virus corona. Disarankan agar orang yang berisiko rendah tinggal di rumah, dan mereka yang berisiko tinggi disarankan untuk menjalani tes PCR.

Pengisian CLM membutuhkan kejujuran dari peserta. Jika Anda mengisinya dengan sembarangan, rekomendasi akhir mesin juga tidak akan benar. Mesin CLM bahkan dapat merekomendasikan apakah Anda harus menjalani tes PCR berdasarkan data yang Anda masukkan.

CLM hanya dapat diisi seminggu sekali dengan nomor identitas.

Jika Anda telah berpartisipasi dalam menyelesaikan CLM dalam waktu 1 minggu dan gagal atau tidak disarankan bepergian, sebaiknya Anda tetap di rumah. Pada minggu berikutnya Anda dapat mengikuti CLM lagi.
Metrik Kemungkinan Corona menggantikan SIKM Jakarta (Izin Masuk dan Keluar)

Kedepannya, masyarakat dari luar kota Jakarta yang masuk ke wilayah Jakarta perlu melengkapi self assessment CLM yang telah ditambahkan pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI). SIKM dan CLM berbeda secara mendasar dalam hal tujuan penggunaannya.

Dalam liputan Tirto.id, SIKM digunakan untuk membatasi aktivitas keluar masuk Jakarta selama PSBB, sehingga CLM digunakan untuk mengontrol aktivitas masyarakat agar mereka merasa aman selama masa transisi.

Setiap orang yang memasuki Jakarta harus secara jujur ​​memberikan informasi pribadi dan status kesehatannya kepada CLM. Nantinya, CLM akan memproses data yang dimasukkan dan memberikan skor sebagai indikasi apakah seseorang diperbolehkan masuk Jakarta atau sebaiknya di rumah.
CLM adalah yang pertama di Indonesia sebagai penilaian mandiri berbasis pembelajaran mesin

Sebelum CLM ada, beberapa aplikasi dalam negeri seperti Halodoc

, Grab Health, GoJek Health, Good Doctor, dll telah mengeluarkan metode self-assessment tersebut. Perbedaan alat CLM dengan self-screening/self-assessment dari yang sudah ada adalah kemampuan alat CLM untuk menilai atau tidak menilai kesesuaian seseorang untuk tes PCR.

CLM sendiri merupakan yang pertama di Indonesia sebagai alat skrining mandiri dengan menggunakan model machine learning. Alat penyaringan mandiri pembelajaran mesin dirancang untuk mengukur kemungkinan apakah seseorang positif COVID19 atau tidak.

Perangkat CLM membaca histori data kasus COVID19 dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Di akhir tes, peserta akan mendapatkan penilaian berdasarkan jawaban mereka, status kasus ODP/PDP/OTG berdasarkan data kasus COVID19 departemen kesehatan, dan data rencana tes PCR otoritas kesehatan terdekat jika mendekati skor tertentu.
Bagaimana pembelajaran mesin berperan dalam pengembangan mesin CLM

CLM juga bisa disebut sebagai Machine Learning Based Clinical Decision Support System (CDSS). CLM merupakan terobosan baru dalam dunia IT Indonesia yang implementasinya kini semakin jelas akibat pandemi COVID19.

Saat membangun mesin CLM, yang pertama adalah pra-pemrosesan data; H. pembersihan data yang ada untuk diperiksa dengan model pembelajaran mesin.

CLM kemudian membuat beberapa versi model pembelajaran mesin menggunakan 80% dari data yang ada. Beberapa kriteria yang digunakan untuk pengujian yaitu akurasi, presisi dan sensitivitas. Model berkinerja terbaik dinilai untuk mesin CLM untuk penggunaan umum nanti.

Menurut situs rapidtest-corona.jakarta.go.id, mesin CLM ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Perangkat CLM mendukung seseorang dalam menjawab beberapa pertanyaan seperti “Apakah saya positif Corona?”, “Apakah saya perlu tes?” Dan “Apa yang harus saya lakukan sekarang?”.
Pembelajaran mesin, andal saat memproses data raksasa dan kesalahan minimal

Aplikasi uji risiko COVID19 mandiri seperti CLM ini merupakan langkah yang patut kita apresiasi bersama. Selain itu, penggunaan pembelajaran mesin di mesin CLM menjadikannya mesin yang andal dalam hal komputasi.

Tentu berbeda dengan pengolahan data secara manual oleh begre

LIHAT JUGA :

https://liga-indonesia.id/nomor-bot-stiker-wa/
https://jurubicara.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://jurubicara.id/vive-le-football-apk/
https://jurubicara.id/mutualan-telegram/
https://jurubicara.id/dls-2021-mod-apk/
https://jurubicara.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://www.chip.co.id/lightroom-mod-apk/
https://www.chip.co.id/codashop-pro-apk/
https://www.chip.co.id/among-us-mod-apk/
https://www.chip.co.id/pubg-mobile-mod-apk/
https://www.chip.co.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/ssstiktok/
https://psyline.id/ff-max-apk/
https://psyline.id/aplikasi-penghasil-saldo-dana/
https://www.i4startup.id/setvsel-apk/
https://t.me/belajarngeblogbareng/45
https://kricom.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://kricom.id/ff-max-apk/
https://jurubicara.id/instander-apk/